Pages

Sabtu, 31 Juli 2010

Jadi Presiden, Cita-cita Obama Sedari Kecil

Laporan wartawan KOMPAS Yurnaldi

Selasa, 16 Maret 2010 | 19:09 WIB
Hindra Liu
JAKARTA, KOMPAS.com - Jadi presiden, ternyata sudah menjadi cita-cita Barack Obama sedari kecil. Hal itu terungkap ketika teman dekat Barry Obama kecil, Slamet bercerita pada peluncuran buku jenis novel Obama Anak Menteng (Penerbit PT Gramedia Pusataka Utama, Jakarta), Senin (15/3/2010) di SD Negeri 01 Menteng, Jakarta.
"Dalam suatu permainan di masa kecil, teka-teki, saling bersilang tanya, akan jadi apa setelah dewasa? Barry menjawab, jadi presiden. Ternyata, takdirnya memang jadi presiden. Presiden Amerika serikat ke-44," kata Slamet, salah seorang teman sepermainan Barry Obama di Menteng Dalam.
Slamet kini berusia menjelang setengah abad. Dengan Barry, tetangga yang menjadi teman uniknya, sering main bola pingpong, monopoli, dan terutama saat melawan geng musuh di sebuah pertandingan sepakbola. Bahkan Barry menjadi idola di lapangan basket.
Cerita soal pertemanan Slamet dengan Barry merupakan salah satu hal menarik yang dapat dibaca dalam novel setebal 206 halaman tersebut. Penulis Damien Dematra, mengolah novel ini dari cerita sejumlah teman dekat Barry. Selain Slamet, juga ada Yuniadi, Turdi, Sonny, Agus, Bahrun, Amir, dan Carut.
"Tidak siapa pun dalam perjumpaan hidupnya semasa kanak-kanak, berani berpikir bahwa seorang anak kulit hitam yang seperti salah tempat... itik buruk rupa yang berbeda dengan teman-teman sesama itiknya itu ternyata seekor elang perkasa, yang kini terbang mengangkasa," kata Damien Dematra melukiskan.
Menurut Damien Dematra, Obama Anak Menteng adalah sebuah proyek yang mulai dikerjakan pada awal bulan November 2009. Pada awalnya, novel ini tidak berkaitan dengan rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, namun memang diproyeksikan untuk terbit pada bulan Maret 2010 dan difilmkan pada bulan Juni 2010.
Novel Obama Anak Menteng bercerita tentang masa kecil Presiden Barack Obama ketika tinggal di Menteng Dalam dan bersekolah di SD Negeri 01 Jalan Baesuki nomor 4. "Saya juga telah menyiapkan beberapa buku tentang masa kecil Presiden Obama sebelum tinggal di Menteng Dalam," ungkapnya.  
Bagi Damien, novel ini ia buat untuk memotivasi anak-anak, para pelajar. Presiden Obama adalah contoh dari keberhasilan mimpi. Kekuatan sebuah mimpi, the power of dreams. Nothing is impossible to dreams. Segala sesuatu mungkin apabila kita ingin bermimpi. Gantungkan cita-cita setinggi langit.
Alasan lain mengapa Damien menulis Obama adalah karena Presiden Obama adalah sebuah bukti hidup dari keberhasilan prluralisme.
Novel yang terinspirasi dari kisah nyata teman-teman Barry ini, juga memuat pernyataan-pernyataan, yang bagaikan sebuah kesimpulan. Misalnya, pada halaman 201 tertulis, "Barry Barack Obama dipilih karena dirinya, karena integritasnya, karena dedikasinya, karena prinsipnya, karena pemikirannya, karena kepribadiannya, karena kecerdasannya, karena keputusannya, sekaligus karena hatinya seorang yang sanggup menerima diri sendiri, kekurangannya, dan seseorang yang sanggup mengeluarkan yang terbaik yang ada dalam diri orang lain..."
"Novel Obama Anak Menteng ini akan diserahkan kepada Presiden Obama pada waktu beliau datang ke Indonesia tanggal 23 Maret manti," tandas Damien.